
Bumi pertiwiku menangis lagi.....
Entah kenapa seakan bencana alam tak mau menjauhi negeriku. Masih teringat jelas bencana tsunami yang meluluh lantakkan Acehku tersayang di taun 2004, sekarang giliran Mentawai yang cantik diporak porandakan tsunami. Banjir melanda Wasior papua, dan juga melumpuhkan Jakarta. Kota yang menjadi jantung negeriku. Belum lagi Merapi dengan kekuatan wedus gembelnya juga memaksa saudara2ku harus mengungsi. Tak sedikit saudara2ku yang menjadi korban.
Pertanda apakah ini..??
Apakah bumi pertiwiku sudah lelah kutinggali?? Bisa jadi seperti itu.....
Mungkin benar apa kata Bang Ebiet G. ade. sudah waktunya kita merenungkan apa yang kita perbuat selama ini. Sudah waktunya kita berfikir dan bertindak kearah yang lebih baik. Selama ini kita lihat banyak sekali perbuatan tercela yang kita lakukan.
KORUPSI
Semakin hari bukannya berkurang tapi malah semakin merajalela. Rakyat kecil jadi semakin sengsara. Apa tidak ada cara lain yang halal untuk mencari uang??
PERPECAHAN
Masalah kecil diselesaikan dengan perang. kemanakah rasa persatuan kita?? Tawuran antar kampung, antar suku, bukan lagi hal aneh di negeriku. seolah kekerasan adalah satu2nya cara yang bisa menyelesaikan masalah.
Disaat saudara2ku harus menangis menghadapi musibah, para pemimpinku justru bersenang-senang menghabiskan uang negara. Dimana hati nurani mereka??
Ya Allah... berikan kekuatan kepada kami untuk menghadapi semua ini. Kami rindu akan kedamaian. Semoga Ibu pertiwiku tak akan menangis lagi......
0 komentar:
Posting Komentar