November 04, 2010

Hargailah Orang Lain





Awal kisah disuatu hari... (weleh... kayak om parto waktu mbuka acara ovj) aku main2 diwarnet di kotaku. Saat itu cuaca emang puanas poll, mangkanya aku pilih warnet yg ada fasilitas AC-nya.Pilihanku jatuh kepada warnet ditelkom blitar.
Lagi enak2nya ngeblog,tiba2 tercium bau asap rokok. Padahal disitu jelas2 tertampang tulisan dilarang merokok.Tak lama kemudian panjaga warnet ( namanya sebut saja mas Adi ) lewat dan berhenti di meja sebelahku.
Mas Adipun bilang " Nyuwun sewu mas,rokok'e. " (Permisi mas rokoknya.!!)
Ternyata orang dibilik sebelahku yang enak2 ngrokok. Busyeett... mungkin mas itu gak bisa baca kali ya..... Waktu itu aku gak denger sahutan dari si perokok. Kemudian mas Adipun mengulang perkataannya, tapi kali ini pake bahasa indonesia.
" Maaf mas, tolong rokoknya dimatikan dulu. disini tidak boleh merokok." katanya sambil tersenyum. Kali inipun tak kudengar sahutan . Tak lama mas Adipun kembali kemeja kerjanya.

Kira2 1 menit kemudian penjaga mas Adi kembali kemeja sebelahku. Tapi kali ini wajahnya tak lagi dihiasi senyum,tapi terlihat jelas dia sedang menahan marah. Dengan muka merah padam, iapun memaki-maki lelaki perokok itu.

“Mas, sampeyan ki iso diomongi alus gak..?? Diomongi rokok’e kon mateni kok. Sampeyan ngajak geger yo??
( Mas,kamu bisa gak dibilangi baik2.?? Saya bilang matikan rokoknya..!! Kamu ngajak ribut ya..?? )
Kali ini siperokok segera mematikan rokoknya tanpa keluar sepatah katapun. Mas Adipun kembali kemeja kerjanya dengan muka merah padam menahan amarah.

Setelah perokok itu pulang, tak lama kemudian akupun menutup bill pemakaian warnetku dan beranjak kemeja kasir untuk membayar. Kebetulan aku dah kenal baik dengan penjaga warnetnya. ( maklum…dah langganan. He..he..) Iseng akupun berkata “ Sabar mas…”

Mas Adi tersenyum sambil ngomong “ lha aku pegel lho mas, diomongi apik2 gak gelem nyauri. Nyawang wae gak. Malah ngenakne lek ngrokok.Aku iki dianggep opo??
Wis ngono lek mbayar duwite diuncalne pisan. Begh..mentolo nempeleng aku..”
(Aku tersinggung lho mas, sudah saya bilangi baik2 gak dianggap, menolehpun tidak. Lha aku ini dianggap apa?? Dah gitu kalau mbayar uangnya juga dilempar . Dah ngebet aku mau nonjok mukanya.. )
………………………………….

baru kali itu aku lihat mas Adi marah2 gak karuan. Biasanya dia selalu penuh senyum. Ternyata bisa marah juga ya….

Kalau melihat kejadian itu, sedikit aku bisa menyimpulkan kalau Mas Adi marah2 karena merasa harga dirinya diinjak2 oleh pelanggannya. Dia merasa dilecehkan dan dipandang sebelah mata.

Maka dari itu jika kita ingin dihargai , maka hargailah orang lain. Apapun profesi orang itu. Mau orang kaya, mau orang miskin, mau pejabat, mau peminta2, semua mempunyai keinginan yang sama yaitu “ Dihargai “
Tak heran kalau jaman sekarang banyak saudara2 kita saling tikam dan membunuh karena merasa harga dirinya diinjak2 orang lain.



Semoga bisa menjadi renungan buat kita semua. Aminnn….

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Lha orang seperti ini ni... yang bikin permusuhan dimana2. Biasanya kalau gak terima dia bakal bilang temen2nya buat memutar balikkan fakta cari dukungan...
Hasilnya adalah... tawuran...

Posting Komentar